Berita

Timpora Kotawaringin Timur : Wujudkan Sinergitas Pengawasan Orang Asing

Sampit – Demi menjaga kedaulatan NKRI, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit tegas menjalankan fungsi pengawasan terhadap keberadaan Orang Asing (OA) di Indonesia terutama di 6 (enam) wilayah kerja Imigrasi Sampit. Pengawasan dimaksud dengan dibentuknya wadah bernama Timpora diseluruh wilayah kerja. Pada kamis pagi (07/10) bertempat di Pondok Iwak Bakar, Imigrasi Sampit melaksanakan rapat bersama seluruh anggota Timpora Kotawaringin Timur dengan mengambil konsep diskusi santai mengenai perkembangan regulasi keimigrasian, penggunaan serta pengawasan TKA terutama dalam masa pandemi seperti sekarang ini.

Kepala Kantor Bugie Kurniawan memimpin dan membuka secara langsung forum diskusi tersebut yang dihadiri Badan Kesbangpol, Polres, Kodim 1015, Disdukcapil, Disnaker, Kejaksaan Negeri, Binda, Bea Cukai, KKP, Kemenag, serta Camat yang berada di Kab. Kotawaringin Timur. Kakanim mengenalkan gambaran lengkap mengenai Kantor Imigrasi Sampit beserta tugas dan fungsinya. Kemudian menyampaikan garis besar Permenkumham No. 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal dalam masa penganan Covid-19 diantaranya bandara yang ditetapkan sebagai pintu masuk, reactivasi Visa, visa offshore, serta visa kunjungan yang telah diperbolehkan.

“Saya berharap dengan konsep santai di tempat seperti ini, kita yang tergabung dalam wadah Timpora dapat menjaga silaturahmi dan mempererat kerjasama serta yang paling penting kita yang berada ditempat ini, instansi yang memiliki fungsi pengawasan dan penegakan hukum terkait keberadaan Orang Asing dapat menjalankan tugas dan fungsi kita dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara” tegas beliau.

Peserta rapat juga secara bergiliran menyampaikan data dan kebijakan terbaru mengenai Orang Asing sesuai dengan yang ditetapkan masing – masing instansi. Didapatkan beberapa hasil diskusi diantaranya SKTT (Surat Keterangan Tempat Tinggal) untuk vaksin OA, perlintasan OA yang didapatkan mengalami petumbuhan signifikan sehingga dibutuhkan kesiagaan, sinkronisasi data sebagai awal untuk pemetaan keberadaan OA di wilayah Kotim, serta koordinasi dan sinergitas sebagai solusi mengoptimalkan terselenggaranya tugas dan fungsi pengawasan bersama.

Terakhir kakanim (Bugie Kurniawan) menawarkan semacam pembekalan kepada instansi jika memerlukan pemahaman tentang Izin Tinggal dan keberadaan Orang Asing. Implementasi dari rapat Timpora Kab. Kotawaringin Timur kali ini akan dilaksanakannya kegiatan Operasi Gabungan yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan.

Menu