Sampit – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit, Bayu Dewabrata, bersama jajaran mengikuti kegiatan Zoom yang dipimpin oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, R. P. Mulya, dalam rangka penguatan fungsi intelijen keimigrasian pada Rabu (23/10/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk menghadapi fenomena keimigrasian terkait program Desa Binaan Imigrasi.
Program Desa Binaan Imigrasi merupakan salah satu bentuk komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi di setiap wilayah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Program ini bertujuan menghalau perdagangan manusia serta meningkatkan pengetahuan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), khususnya di daerah-daerah yang rawan.
Dalam arahannya, R. P. Mulya menegaskan pentingnya semangat serta kerja sama dalam pelaksanaan program ini. “Harapan saya, teman-teman lebih semangat dan memiliki informasi yang bisa ditindaklanjuti untuk membuktikan bahwa program Desa Binaan Imigrasi ini berhasil. Lakukan pengawasan secara preventif, bekerja sama dengan aparat desa. Setiap kegiatan harus dibuat laporan tertulis dan dokumentasi,” ucap R. P. Mulya.
Program Desa Binaan Imigrasi merupakan salah satu program unggulan Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mencegah perdagangan manusia dengan melibatkan peran aktif pemerintah desa dan perangkat desa dalam mengedukasi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berencana menjadi Pekerja Migran Indonesia.

![]() |
![]() |


